Showing posts with label RENUNGAN. Show all posts
Showing posts with label RENUNGAN. Show all posts
Feb 21, 2008
RAHASIA KEBAHAGIAAN
Rahasia kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada kebaikan dalam diri orang lain. Sebab, hidup bagaikan lukisan : Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan di tempat yang tertutup & gelap sama halnya sebuah gudang.
Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan. Dengan memanjat bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.
Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi orang lain. Air yang tak mengalir tidak berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas selalu segar dan jernih.
Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain, dan bukan mencoba mengajari mereka. Semakin Anda menunjukkan seberapa banyak Anda tahu, semakin orang lain akan mencoba menemukan kekurangan dalam pengetahuan Anda. Mengapa bebek disebut "bodoh"? Karena terlalu banyak bercuap-cuap.
Rahasia kebahagiaan adalah kebaikan hati : memandang orang lain sebagai anggota keluarga besar Anda. Sebab, setiap ciptaan adalah milik Anda. Kita semua adalah ciptaan Tuhan yang satu.
Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain, sebagai sahabat, dan bukan menertawakan mereka, sebagai hakim.
Rahasia kebahagiaan adalah tidak sombong. Bila Anda menganggap mereka penting, Anda akan memiliki sahabat ke manapun Anda pergi. Ingatlah bahwa musang yang paling besar akan mengeluarkan bau yang paling menyengat.
Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikan cintanya secara bebas, yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih dahulu. Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut menerima kehangatannya.
Kebahagiaan berarti menerima apapun yang datang, dan selalu mengatakan kepada diri sendiri "Aku bebas dalam diriku".
Kebahagiaan berarti membuat orang lain bahagia. Padang rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon-pohon di sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan beton yang kaku. Kelilingilah padang hidup Anda dengan kebahagiaan.
Kebahagiaan berasal dari menerima orang lain sebagaimana adanya; nyatanya menginginkan mereka bukan sebagaimana adanya. Betapa akan membosankan hidup ini jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal bila semua bunganya berwarna ungu?
Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati Anda terbuka bagi orang lain, dan bagi pengalaman-pengalaman hidup. Hati laksana pintu sebuah rumah. Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana pintu rumah itu terbuka lebar.
Rahasia kebahagiaan adalah memahami bahwa persahabatan jauh lebih berharga daripada barang; lebih berharga daripada mengurusi urusan sendiri; lebih berharga daripada bersikukuh pada kebenaran dalam perkara-perkara yang tidak prinsipiil.
Label:
RENUNGAN
POHON APEL
Suatu masa, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang dedaunan. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.
Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.
"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu.
"Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."
Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... Tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."
Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"
"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi denganku," kata pohon apel.
"Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah." sahut pohon apel.
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang-batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."
"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu.
"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel.
"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu.
"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."
"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring! Peluklah akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." jawab pohon apel.
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.
---
Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.
Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.
Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita. (Gayatri)
Label:
RENUNGAN
Feb 20, 2008
Mencintai Itu Keputusan
Karya : Anis Matta
Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya,lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia.Barusaja mekar. Ini bukan persekutuan yang mudah. Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya. Sebentar kemudian ia pun berkata,"Kamu kaget melihat semua ubanku? Percayalah! Hanya kebaikan yang kamu temui di sini".
Itulah kalimat pertama Utsman bin Affan ketika menyambut istri terakhirnya dari Syam, Naila. Selanjutnya adalah bukti.
Sebab cinta adalah kata lain dari memberi. Sebab memberi adalah pekerjaan. sebab pekerjaan cinta dalam siklus memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi itu berat. Sebab pekerjaan berat itu harus ditunaikan dalam waktu lama. Sebab pekerjaan berat dalam waktu lama begitu hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang memiliki kepribadian kuat dan tangguh. Maka setiap orang hendaklah berhati-hati saat ia mengatakan, "Aku mencintaimu". Kepada siapapun! Sebab itu adalah keputusan besar. Ada taruhan kepribadian disitu.
Aku mencintaimu, adalah ungkapan lain dari Aku ingin memberimu sesuatu. Yang terakhir ini juga adalah ungkapan lain dari,"Aku akan memperhatikan dirimu dan
semua situasimu untuk mengetahui apa yang kamu butuhkan untuk tumbuh menjadi lebih baik dan bahagia..." "aku akan bekerja keras untuk memfasilitasi dirimu agar bisa tumbuh semaksimal mungkin..." "aku akan merawat dengan segenap kasih sayangku proses pertumbuhan dirimu melalui kebajikan harian yang akan kulakukan padamu ..." "aku juga akan melindungi dirimu dari segala sesuatu yang dapat merusak dirimu...."
Dan proses pertumbuhan itu taruhannya adalah kepercayaan orang yang kita cintai terhadap integritas kepribadian kita. Sekali kamu mengatakan kepada seseorang, "Aku mencintaimu", kamu harus membuktikan ucapan itu. Itu deklarasi jiwa bukan saja tentang rasa suka dan ketertarikan, tapi terutama tentang kesiapan dan kemampuan memberi, kesiapan dan kemampuan berkorban, kesiapan dan kemampuan pekerjaan-pekerjaan cinta: memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi. Sekali deklarasi cinta tidak terbukti, kepercayaan hilang lenyap. Tidak ada cinta tanpa kepercayaan. Begitulah bersama waktu suami atau istri kehilangan kepercayaan kepada pasangannya. Atau anak kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya. Atau
sahabat kehilangan kepercayaan kepada kawannya. Atau rakyat kehilangan kepercayaan kepada pemimpinnya. Semua dalam satu situasi: cinta yang tidak terbukti.
Ini yang menjelaskan mengapa cinta yang terasa begitu panas membara di awal Hubungan lantas jadi redup dan padam pada tahun kedua, ketiga, keempat dan
seterusnya. Dan tiba-tiba saja perkawinan bubar, persahabatan berakhir, keluarga berantakan, atau pemimpin jatuh karena tidak dipercaya rakyatnya.
Jalan hidup kita biasanya tidak linear. Tidak juga seterusnya pendakian. Atau penurunan. Karena itu, konteks di mana pekerjaan-pekerjaan cinta dilakukan
tidak selalu kondusif secara emosional. Tapi disitulah tantangannya: membuktikan ketulusan di tengah situasi-situasi yang sulit. Di situ konsistensi teruji.
Di situ juga integritas terbukti. Sebab mereka yang bisa mengejawantahkan cinta di tengah situasi yang sulit, jauh lebih bisa membuktikannya dalam waktu yang longgar. Mereka yang dicintai dengan cara begitu, biasanya mengatakan bahwa hati dan jiwanya penuh seluruh. Bahagia sebahagia-bahagianya. Puas sepuas-puasnya. Sampai tak ada tempat bagi yang lain. Bahkan setelah sang pencinta mati. Begitulah Naila. Utsman telah memenuhi seluruh jiwanya dengan cinta. Maka ia memutuskan untuk tidak menikah lagi setelah suaminya terbunuh. Ia bahkan merusak wajahnya untuk menolak semua pelamarnya. Tak ada yang dapat mencintai sehebat lelaki tua itu.
Label:
RENUNGAN
KETIKA RASA ITU HADIR…
Hwa..Sepi! pada kemana seeh??beberapa bulan terakhir ini aku sering merasa kesepian. walaupun disekitar ku banyak orang. teman-teman kosku sudah lengkap,tiap kamar telah ada penghuninya. Teman-teman kuliah sudah mulai berdatangan dari mudik liburan. tiap hari aku bertemu banyak orang di kantor tempat aku magang. tapi, entah kenapa aku tetap merasa kesepian.
Hidupku terasa kelabu,mau melakukan aktifitas apapun males. Tidur tak pernah nyenyak,makan tak pernah habis walaupun hanya makan nasi kucing,yang banyaknya hanya 3 suapan. Tak ada semangat dalam hidupku. tilawah ku pun tak serutin dulu. Aku jadi sering melamun. Astaghfirulloh..!
Kadang aku sangat sensitive,rada pendiam,dan sedikit pemurung. dengan teman seakan tak kenal,terasa jauh dari mereka,padahal mereka selalu berada didekatku. Dan lebih senang menyendiri. Entah apa sebabnya sehingga aku jadi begini?
12 mei 2004 (3 bulan dari perubahanku)
Telpon dikos berdering,tak lama terdengar temanku memanggil ku “Lala…Tepon!!”. Dengan gontai aku berjalan kearah telpon,yang letaknya berada diruang tamu rumah kos ku. Sedikit malas aku mengangkat telpon itu,”Assalamualikum..” “Waalaikum salam warohmatullah..Ukhti Kaifa haluk?” jawab diseberang sana. aku langsung terhentak.”Ka zamzam!”.”Ia. ukh lani masih ingat dengan suara ane?bla..bla..” aku sangat bahagia, tak tergambarkan betapa senangnya aku. Zamzam salah seorang patner sekaligus seniorku di organisasi kemahasiswaan yang sama-sama kami ikuti. dahulu zamzam “kaka” yang sangat saying kepada staf-stafnya,termasuk aku.
tak terasa sudah 30 menit kami berbincang di telepon. itu kali pertama zamzam menghubungi aku setelah 6 bulan lulus kuliah dan kembali kekota kelahiranya. kini zamzam kembali kesemarang,karena meneruskan S2 nya.
Kini Hari-hariku diwarnai keceriaan,semangat hidup yang sempat hilang kini kembali hadir. seperti Baterai yang habis dicharg.
semuanya berubah..bah…bah…
akupun bingung dengan semua yang terjadi pada diriku.
(lagi..) entah apa sebabnya.
Siang ini tak sengaja aku jumpa dengan ka zamzam di mushola kampus. kami sedikit berbincang tentang organisasi yang dulu sama-sama kami ikuti. sedikit bernostalgia. sejak saat itu kami jadi sering berjumpa.,kadang ka zamzam ikut berbincang dengan teman-temanku. tak hanya itu, ka zamzam pun sering kami ajak syuro dan menjadi penasehat kami.
“aku jatuh cinta na..” Aku ceritakan semua dengan lubna,sahabat ku di kampus. Setelah berkontemplasi dan merenungi kembali perubahan-perubahan pada diriku, Aku menyadari bahwa aku sedang jatuh cinta. sebenarnya perasaan itu hadir sejak lama, tapi aku selalu melarangnya. Sehingga menyiksa diriku sendiri. Aku maih menganggap bahwa perasaan itu adalah sebuah kesalahan.
itulah yang menyebabkan beberapa bulan lalu aku begitu murung ketika dikabari ka zamzam pulang kekotanya dan takkan kembali ke semarang,aku khawatir tak dapat jumpa lagi dengan ka zamzam.
Tapi kini zamzam sudah berada disini.
yah..aku jatuh cinta dengan Ka zamzam.
Lubna hanya diam, shock mendengar curhat ku kali ini. tak satu katapun yang keluar darinya. ia hanya tersenyum dan terus menghela napas. sikap lubna sungguh membuat serba salah. khawatir bahwa yang aku ceritakan padanya adalah sebuah dosa.
“Aib kah Cinta ku ini?” (Ada yang mau menjawab??)
Aku banyak membaca buku-buku yang menyangkut dengan perasaan “indah” ini. Berdiskusi dengan Teman-teman. Bahkan sampai-sampai aku membuat Forum khusus utuk membahas ini. Karena aku adalah ketua annisa di fakultasku. sehingga aku mempunyai hak prerogatif untuk menentukan tema kajian yang akan aku adakan.
“Setiap Orang pasti pernah merasakan Jatuh Cinta,Fitrah. Karena kita hadir didunia ini juga dengan rasa cinta,dan dibesarkan dengan cinta”. Kata salah satu peserta forum. yang diamini oleh peserta lain yang sepakat denganya. Forum ini begitu seru. setiap peserta saling berlomba untuk mengemukakan pendapatnya. Sebelumnya aku tidak pernah melihat sebuah Forum kajian yang sehidup ini. Ketika Pembicara selesai membawakan sebuah materi,paling hanya seorang dua orang yang memberi tanggapan,atau pertanyaan.
“memang pembahasan seperti ini tak kan pernah habis, dan kitapun tidak akan bosan untuk membahasnya” Akhirnya Sang moderator menetralkan suasana.
Cinta adalah nikmat Allah yang besar selain nikmat keimanan dan kesehatan.
Cinta yak lain adalah wujud pertimbangan akal dan rasa. Ia adalah ciptaan yang mulia.
Cinta bukanlah suatu ‘aib’ bagi yang sedang dimabuk kepayang karenanya. Karena cinta adalah sebuah karunia dari kelembutan hati dan perasaan manusia.
Namun karunia ini harus diberi bingkai yang jelas. Sesuai dengan syariat dan sunahnya.
Jangan menyalah tafsirkan arti cinta ini. Cinta pada Alloh dan rosulnya tetaplah harus menjadi prioritas bagi hambanya.
Jatuh cintalah, ketika cinta itu bernilai kebaikan. Akan tetapi jangan berfikir jatuh cinta jika ia hanya menyebabkan kegelisahan, keresahan yang mendorong kepada perbuatan maksiat dan menimbulkan dosa.
Jika perasaan itu hadir, yakinlah bahwa itu adalah sebuah karunia yang di berikan Alloh pada Kita. syukurilah!
Segera serahkan semua itu pada yang Maha Tahu.
(MQClub)
Label:
RENUNGAN
Sep 22, 2007
TANPA JUDUL
Kepedihan dan kepribadiaan senantiasa membelenggu bibir dari tawa dan senyumku.
Sebelah kanan dan kiriku hanya tampak bongkahan kesesatan yang makin menggunung.Banyak diantara bongkahan itu yang berusahamembangunnya dengan sekuat tenaga dan selalu dijaga supaya terus kokoh”Edan”Hardik hatiku.
Akupun selalu bertanya dalam hati”Sebenarnya dari mana sih kesesatan itu?Tapi yang jelas dari ide busuklah membentuk setitik demi setitik gumpalan hitam kesesatan,munkin sampai hitamnya menutupi hati dan akal.Melahirkan rentetan masalah dan melahirkan harapan semu.Gimana enggak kota yang aku banggakan,kota wisata yang telah rusak oleh tangan yang tidak bertanggung jawab.
Sampai aku tak heran banyak remaja yang berpikir materialistik dengan bumbu gaya hedolistik.Mereka masuk dalam genk pemuja kebebasan yang sebenarnya hanya berada dalam lingkaran serta kebahagian dengan embel-embel harapan tuk jadi yang terhebat,tapi menurutku mustahil, mereka akan bahagia,paling-paling endingnya mengenaskan.”Gumamku dalam hati.
Tapi aku selalu berharap semoga kota wisata ini selalu ingat norma Agama.”
Label:
RENUNGAN
KEMANA ENGKAU AKAN MELANGKAH
Mengapa dan untuk apa kita ada?
Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu …
Pernahkah kita merenungkan mengapa kita ada? Mengapa kita hidup di dunia ini?
Apakah kerena keinginan dan rencana-rencana kita sehingga kita ada? Tidak, kita tidak mungkin dapat menginginkan dan merencanakan karena kita belum ada.
Lalu, apakah karena keinginan dan rencana kedua orang tua kita? Bukan juga, berapa banyak pasangan suami istri yang menginginkan dikarunia anak tetapi belum juga diberi. Adanya kita bukan atas kehendak kita, bukan juga karena kehendak orang tua kita, lantas atas kehendak siapa?
Allah ta’ala menjelaskan dalam Al-Quran yang mulia
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya†(Al-Hajj: 5)
Ya, adanya kita, adanya manusia, adanya jin, adanya alam semesta ini karena kehendak dan rencana Allah. Lantas, adanya kita tentu bukan karena Allah kurang kerjaan, iseng, atau hanya main-main saja, Allah menegaskan hal ini sebagaimana firman-Nya
“Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main†(Al-Anbiya: 16)
Allah menerangkan bahwa Dia ingin menguji para hamba-Nya, siapa yang taat dan siapa yang durhaka, jadi kehidupan di dunia kita adalah untuk ujian! Sadarkah kita? Mengapa kalau UAN, kalau SPMB, begitu disiapkan dengan betul, sementara ujian yang paling besar terkadang kita lupa, atau pura-pura lupa, atau yang lebih parah lagi kelau kita tidak tau bahwa hidup kita untuk diuji! Mereka hidup seperti binatang, mereka hanya mengenyangkan perut dan apa yang di bawahnya, mengumpulkan harta, berbangga-bangga dengan dunia, lalu mati! Allah menjelaskan
"[Dialah Allah] Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun†(Al-Mulk:2)
Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu …
Betul bahwa kehidupan adalah ujian kita, Allah akan menguji kebaikan amalan kita. Mengapa Allah tidak mengatakan yang paling banyak amalnya? tetapi Allah mengatakan yang paling baik amalnya. Dijelaskan oleh Fudhail bin Iyadh bahwa yang paling baik amalnya adalah yang paling ikhlas dan yang paling sesuai dengan contoh karena amalan tidak akan diterima kecuali ikhlas karena Allah dan sesuai dengan contoh Nabi shalallahu’alaihi wa sallam. Kalau begitu, penting sekali seseorang harus ngaji, harus belajar ilmu syar’i karena tidak mungkin kita mengetahui materi ujian, mengetahui apa-apa yang dilarang dan apa-apa yang diperintahkan kecuali dengan menuntut ilmu syar’i. Bagaimana kalau seseorang ikut ujian tetapi tidak mau tahu materi ujiannya?
Surga dan Neraka, yakinkah kita?
Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu …
Mengapa beberapa waktu yang lalu ketika diskusi tentang poligami, kita begitu yakin dan bersemangat membela ayat-ayat Al-Quran dan hadits Nabi tentang syariat poligami; mengapa ketika diskusi tentang Ahmadiyah, kita begitu lantang mengatakan bahwa dalam surat Al-Ahzab ayat 40: “Khootaman Nabiyyin†maknanya adalah penutup para Nabi, tetapi,…mengapa kita jarang mengungkit-ungkit ayat dan hadits tentang surga dan neraka? Apakah kita lupa atau pura-pura lupa sehingga topik ini jarang kita pelajari?
Seringkali kita lupa diri, tidak tahu diri, sehingga kita lupa dengan tujuan hidup ini, yakni ujian! Untuk mengingatkan kembali untuk apa kita di dunia ini, saya bawakan hadits-hadits tentang surga dan neraka
Nabi shalallahu’alaihi wa sallam bersabda
“Surga dan neraka telah diperlihatkan kepadaku, maka aku belum pernah memandang hari yang lebih banyak mengandung kebaikan sekaligus keburukan daripada hari ini. Kalau kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis†Anas bin Malik melanjutkan, “Tidak ada hari setelah itu yang lebih berat bagi para Sahabat dibandingkan dengan hari tersebut. Pada hari itu, mereka semua menutup kepalanya sambil terisak-isak karena tangisan†(HR Bukhari dan Muslim)
Bagaimana saudaraku? Apakah hatimu tergetar mendengar hadits ini? Kalau seandainya tidak, maka engkau adalah manusia yang sangat perlu untuk dikasihani, bagaimana tidak? Para sahabat yang jiwa, raga dan hartanya telah mereka curahkan untuk membela dan memperjuangkan Islam, dengan ketakwaannya mereka adalah manusia yang sangat takut kalau-kalau akhir kehidupan mereka di neraka. Sementara kita….? Apa yang telah kita persiapkan? Apa yang telah kita berikan untuk Islam dan kaum muslimin? Mereka dihina, dimusuhi, dilempari, diusir dari kampung halaman, disiksa seperti Bilal, lantas…pernahkah kita mengalami hal seperti itu?
Dalam riwayat lain disebutkan:
“Demi Allah, kalau kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit bersenang-senang dan banyak menangis, dan kalian juga tidak akan bersenang-senang terus di atas ranjang dengan istri kalian, lalu kalian akan keluar menuju ke pegunungan (tempat menyepi) untuk beribadah kepada Allah†Abu Dzar berkata, “Sampai-sampai aku menginginkan kalau diriku hanyalah pohon yang tumbang†(HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad yang hasan)
Begitulah, begitu mengerikannya ketika kita dihisab di akhirat, hanya ada 2 pilihan, surga atau neraka, sampai-sampai Abu Dzar, seorang sahabat Nabi yang keimanan dan amalnya tidak kita ragukan, membela Nabi, membela Islam…, beliau kalau diminta memilih daripada dihisab, beliau memilih menjadi sebatang pohon karena pohon tidak ada beban yang harus dipertanggungjawabkan. Bagaimana dengan kita? Apa yang sudah kita siapkan untuk hari perhitungan nanti? Apakah kita sudah menyiapkan amalan-amalan kebaikan? Apakah kita sudah berprinsip bahwa “waktu adalah ibadahâ€, atau malah selama ini kita hanya membuang-buang waktu dengan sesuatu yang kurang bermanfaat atau bahkan diisi dengan dosa dan kemaksiatan?!
Allah menjanjikan bagi hambanya yang taat akan diberi balasan yang tiada taranya di Surga kelak. Surga merupakan tempat yang tidak ada di dalamnya kecuali kenikmatan, dan kenikmatan yang paling nikmat adalah melihat wajah Allah, dzat yang selama ini kita bergantung kepadanya, dzat yang ketika kita sakit kita memohon kepada-Nya agar disembuhkan, dzat yang ketika kita kekurangan kita memohon kepadanya, dzat yang apabila kita mendapat nikmat kita bersyukur kepada-Nya, dzat yang selalu kita mohon kebaikan-kebaikan kepada-Nya.
Kita adalah perantau …
Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu …
Bayangkan jika kita dalam sebuah perjalanan untuk menuju suatu pulau-kampung halaman kita. Kemudian dalam perjalanan melewati sebuah pulau kecil, nahkoda memerintahkan agar para penumpang singgah 3 hari untuk mengumpulkan bekal berupa makanan dan minuman. Kemudian kita masuk hutan untuk mengumpulkan bekal. Setiap penumpang bertanggung jawab masing-masing dan tidak dapat saling berbagi bekal, nafsi..nafsi. Semuanya memikirkan keselamatan masing-masing karena begitu berat perjalanan bahkan seorang bapak tidak mungkin mau berbagi bekal dengan istri dan anak-anaknya, seorang ibu juga tidak akan mau berbagi bekal kepada anaknya, masing-masing sangat membutuhkan bekal tersebut untuk keselamatannya.
Apa yang akan engkau lakukan dalam 3 hari tersebut? Tentu engkau akan memanfaatkan waktu yang hanya 3 hari untuk mencari makanan, mencari buah-buahan dan air segar untuk bekal perjalanan karena perjalanan masih jauh. Tetapi tidak semua seperti itu saudaraku, banyak diantara mereka malah bersenang-senang di pulau kecil tersebut, membuat rumah bahkan ditingkat, bersenang-senang sampai lupa bahwa mereka akan kembali melanjutkan perjalanan sehingga harus mengumpulkan bekal yang cukup untuk sampai ke pulau kampung asal kita. Ketika nahkoda mengumumkan agar semua penumpang naik ke kapal karena perjalanan akan dilanjutkan, apa yang terjadi? Sebagian penumpang mengumpulkan bekal yang cukup, sebagian hanya sedikit saja, dan sebagian lagi lupa untuk pulang ke kampung halaman-mereka malah bersenang-senang di pulau tersebut, membuat rumah bertingkat, membuat sawah yang luas, beternak binatang dan lain sebagainya. Orang yang mengumpulkan bekal cukup maka akan sampai ke kampung asal dengan selamat, orang yang mengumpulkan bekal sedikit akan sakit-sakitan di perjalanan bahkan bisa jadi meinggal dunia, adapun orang yang lupa akan perjalanan akan tinggal dipulau kecil tersebut dan tidak akan pernah kembali ke kampung asalnya. Kemudian tersiar kabar bahwa Pulau kecil tersebut ternyata pada hari ke 7 sudah hilang tersapu tsunami!
Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu …
Hakikatnya kita semua adalah perantau, kita hanya singgah sebentar di dunia ini. Ingatlah saudaraku, kampung halaman kita adalah di Surga, kakek moyang kita asalnya tinggal di surga. Bukankah Adam ‘alaihissalam asalnya tinggal di surga? Kalau kita tidak dapat pulang ke surga, berarti kita telah terlena seperti penumpang yang bersenang-senang dipulau kecil tersebut.
Saudaraku, saya sampaikan wasiat yang wasiat ini juga merupakan wasiat Nabi shalallahu’alaihi wa sallam dan Sahabatnya yang mulia, Ibnu Umar radhiallahu’anhuma
Dari Ibnu Umar radhiallahu’anhuma, ia berkata:
â€Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam pernah memegang pundakku, lalu bersabda, ‘Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau pegembara’. Ibnu Umar radhiallahu’anhuma berkata, “Apabila kamu berada pada waktu sore janganlah kamu menunggu pagi hari, dan jika kamu berada pada waktu pagi hari, janganlah menunggu sore hari. Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, dan manfaatkanlah hidupmu sebelum datang kematianmu’ (HR. Bukhari, Hadits Arbain An-Nawawiyah No.40)
Demikianlah wasiat Nabi shalallahu’alaihi wa sallam dan juga wasiat sahabat Ibnu Umar radhiallahu’anhuma.
Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu …
Agar engkau tidak tersesat, agar engkau dapat pulang ke kampung halaman-yakni ke Surga, maka engkau harus mempelajari agama ini dengan serius. Untuk urusan kuliah saja engkau dapat serius, berapa banyak waktu, fikiran, tenaga dan dana tercurahkan untuk kuliah? Sekarang, berapa banyak waktu, fikiran, tenaga dan dana untuk menuntut ilmu syar’i yang telah engkau curahkan?
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Aku tinggalkan dua perkara yang apabila kalian berpegang teguh pada keduanya maka tidak akan sesat selama-lamanya yaitu Kitabullah dan Sunnahku, (HR. Al-Hakim)
Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu …
Kita sering berdoa“Rabbana atina fiddunnya hasanah wa fil akhirati hasanah†Ya Rabb, berikanlah kami kebaikan di dunia dan berikanlah kami kebaikan di akhirat†Kebaikan di dunia adalah iman dan amal shalih dan kebaikan di akhirat tidak ada yang lain kecuali Surga. Tidaklah dikatakan iman kecuali dibangun diatas ilmu.
Kemanakah engkau akan pergi melangkah?
Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu …
Jalan petunjuk telah jelas, dan jalan kesesatan juga jelas. Saya yakin bahwa engkau akan mengikuti jalan petunjuk, mempelajari ilmu syar’i dan mengamalkannya. Engkau tidak akan mau terlena seperti penumpang yang bersenang-senang di pulau kecil itu bukan? Jangan sampai engkau memohon ketika ajal menjemput, pada saat meregang nyawa kemudian engkau memohon kepada Allah
Kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan (Al-Mu’minun :100)
Dan saat itu, keinginanmu tidak pernah akan dikabulkan
Label:
RENUNGAN
MAYAT HIDUP
Oleh: Arief B. Iskandar
Di dalam al-Quran, Allah Swt. berfirman (yang artinya): Mengapa para ulama dan para pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan. (TQS al-Maidah [5]: 63).
Ayat di atas adalah celaan sekaligus peringatan Allah Swt. kepada para ulama yang tidak menegakkan aktivitas amar makruf nahi mungkar. Menurut al-Qurthubi, ayat ini menunjukkan bahwa orang yang meninggalkan upaya mencegah kemungkaran sama dengan orang yang berbuat kemungkaran itu sendiri. (Al-Qurthubi, Tafsîr al-Qurthubi, VI/237).
Imam al-Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw. telah mensyaratkan kepada Jarir bin Abdillah—ketika datang untuk membaiat Beliau atas Islam—agar menyampaikan nasihat kepada setiap Muslim. (Al-Bukhari, Shahîh al-Bukhârî, I/22). Dalam hadis ini, menasihati setiap Muslim disyaratkan sebagai salah satu bentuk kesetiaan pada Islam. Dengan kata lain, seseorang belum dikatakan sempurna kesetiaannya pada Islam jika mengabaikan urusan menasihati sesama Muslim. Ini menunjukkan betapa besar perhatian Islam terhadap masalah nasihat-menasihati sesama Muslim. Hal ini wajar karena, sebagaimana sabda Nabi saw. sendiri, “Ad-Dîn nashîhah (Agama adalah nasihat).”
Khalifah Umar bin Abdul Aziz ra. memahami benar makna hadis ini. Karena itu, pada masa Kekhilafahannya, beliau telah memperlakukan sama orang yang berdiam diri terhadap kemungkaran dengan pelaku kemungkaran itu sendiri; sama-sama dianggap pelaku kriminal. Keduanya berhak mendapat sanksi/hukuman di dunia. Pada masanya, polisi negara pernah datang kepada sekelompok orang yang sedang mabuk-mabukan dengan meminum khamr, sementara di samping mereka duduk-duduk seorang Muslim yang tidak ikut mabuk; dia bahkan sedang berpuasa. Saat itu, Khalifah memerintahkan kepada sang polisi untuk mencambuk mereka semuanya, tanpa kecuali. Petugas polisi berkata, “Amirul Mukminin, si fulan ini tidak ikut mabuk bersama mereka; dia bahkan sedang berpuasa.”
Khalifah Umar berkata, “Hadirkan dia dan cambuklah! Tidakkah dia mendengar firman Allah Swt. (yang artinya): Sungguh, Allah telah menurunkan kepada kalian di dalam al-Quran, bahwa jika kalian mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olok oleh orang-orang kafir, janganlah kalian duduk-duduk bersama mereka hingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Sesungguhnya jika kalian berbuat demikian, tentu kalian sama saja dengan mereka. (QS an-Nisa’ [4]: 140).”
Demikianlah sikap Khalifah Umar ra.; beliau telah menganggap orang yang mendiamkan kemungkaran sebagai pelaku kriminal yang layak dihukum; sama dengan pelaku kemungkaran itu sendiri.
Kemungkaran yang terbesar tentu adalah kemungkaran yang dilakukan oleh para penguasa, yaitu saat mereka tidak melaksanakan hukum-hukum Allah. Itulah mengapa Rasulullah saw. telah mewajibkan umat Islam untuk melakukan amar makruf nahi mungkar terhadap penguasa semacam ini. Bahkan Beliau telah bersabda (yang artinya): Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim. (HR at-Tirmidzi dan an-Nasa’i).
Huthaith ra. adalah di antara orang yang sangat memahami maksud hadis di atas. Karena itulah, saat ia menyaksikan kezaliman al-Hajjaj, penguasa Makkah pada masanya, ia sangat keras menentangnya. Karena sikap kerasnya itu, ia kemudian dihadapkan kepada al-Hajjaj. Saat itu, al-Hajjaj bertanya, “Apa pendapatmu tentang diriku?”
Dengan tegas Huthaith menjawab, “Saya berpendapat, bahwa engkau adalah musuh Allah di muka bumi ini. Engkau telah membinasakan segala kehormatan dan membunuh manusia hanya dengan dasar sangkaan!”
Al-Hajjaj bertanya lagi, “Lalu apa yang akan kamu katakan terhadap Amirul Mukminin Abdul Malik bin Marwan?”
Huthaith menjawab, “Aku akan mengatakan, bahwa dia dosanya lebih besar daripada dirimu, dan engkau tidak lain adalah sumber dari segala kesalahan!”
Mendengar itu, al-Hajjaj memerintahkan kepada para bawahannya, “Siksalah dia!”
Huthaith pun disiksa seketika sampai tulang punggungnya remuk dan dagingnya terkelupas. (Al-Ghazali, Ihyâ ‘Ulûm ad-Dîn, II/346).
Begitulah sikap seorang Muslim yang memahami pentingnya melakukan amar makruf nahi mungkar; dia rela disiksa manusia karena melakukan amar makruf nahi mungkar daripada diazab Allah karena meninggalkan amar makruf nahi mungkar.
Sesungguhnya kemungkaran para penguasa Muslim saat ini jauh lebih besar daripada kezaliman al-Hajjaj atau Khalifah Abdul Malik bin Marwan. Sebab, betapapun zalimnya para penguasa Muslim pada masa Kekhilafahan Islam, mereka tidak pernah tidak menerapkan hukum-hukum Allah, sebagaimana para penguasa Muslim saat ini. Para penguasa Muslim saat ini jelas-jelas menerapkan hukum-hukum kufur.
Namun sayang, banyak di antara kaum Muslim, khususnya para ulamanya, yang malah membisu terhadap kemungkaran para penguasa saat ini. Memang, banyak dari mereka yang selalu menjaga hubungan dengan Allah, dengan memperbanyak amal ibadah ritual dan bersedekah. Namun, mereka tidak melakukan amar makruf nahi mungkar, dengan berkeyakinan, bahwa setiap manusia bertanggung jawab terhadap amalnya masing-masing.
Sikap demikian jelas keliru. Hudzaifah bin al-Yamani ra., seorang Sahabat Rasulullah saw. yang mulia, bahkan menjuluki orang-orang semacam ini—yang tidak mengingkari kemungkaran dengan tangannya, tidak dengan lisannya, dan tidak juga dengan kalbunya—sebagai ‘mayat hidup’. (Al-Ghazali, Ihyâ’ ‘Ulûm ad-Dîn, II/311).
‘Mayat hidup’ tentu merupakan istilah yang sangat kasar dan menghina. Namun, itulah sikap tegas Sahabat Rasululullah saw. yang mulia terhadap orang-orang yang cuwek terhadap kemungkaran; hidupnya dipandang sama dengan matinya; keberadaannya dianggap tidak berbeda dengan ketiadaannya; alias tak berguna. Na‘ûdzu billâh min dzâlik!
Walhasil, mari kita buktikan, bahwa kita bukanlah ‘mayat hidup’!
Label:
RENUNGAN
SELIMUT SYARIAH
KU KIRIM SELIMUT
KEHIDUPAN UNTUKMU
WALAU MASIH KUMAL
TAPI HANGAT DI BADAN
BERSABARLAH KAWAN
MASIH KU CUCI BIAR BERSIH
KAMU JANGAN TERGIUR
PADA SELIMUT YANG LAIN
SEPINTAS TERLIHAT BAGUS
DAN MENGHANGATKAN
TAPI DALAMNYA BERBAU
BUSUK DAN BERLUBANG
SELIMUT KEHIDUPAN ITU
BERMERK SEKULERISME
JADI BERHATI-HATILAH
DALAM MEMILIH SELIMUT
DAN PERCAYALAH
HANYA PADA SATU SELIMUT
YAITU SYARIAH .....
Label:
RENUNGAN
TIKET SURGA REMAJA
Semua remaja sekarang tidak memikirkan bagaimana nanti remaja diakhiratnya. Yang dipikirkan hanyalah dunia berfoya-foya belaka. Setiap hari tak ada waktu untuk beribadah, bahkan tak ada niat untuk melakukan ibadah. Setiap remaja selalu memikirkan kehidupan dunia sampai lupa pada-Nya.
Tempat berfoya-foya ramai dikunjungi remaja. Tapi tempat beribadah.....? hanya satu, dua remaja yang mengunjunginya. Banyak remaja yang menggangap tiket neraka adalah tiket surga. Akankah mereka menyadari bahwa kehidupan ini tak mengandalkan harta? Tetapi, kehidupan ini hanya membutuhkan tobat para remaja. Sudah cukup kemaksiatan yang dilakukan para remaja dikehidupan ini. Remaja harusnya ingat, bahwa Tuhan menciptakan umatnya agar mengabdi kepadaNya.
Label:
RENUNGAN
Aug 26, 2007
Tujuh Kalimah
Original message from neeny:
>
> ----------------------------------
> Original message from Joepry:
> >
> > ----------------------------------
> > Original message from Yoghie:
> > >
> > > ----------------------------------
> > > Original message from muslim:
> > > > > > > > sabda Rasulullah SAW:
> > > > > > > > Barangsiapa yang hafal dan mengamalkan tujuh kalimah ini akan dimuliakan oleh Allah dan malaikat serta akan diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih di lautan..
> > > > > > > > 1.Bismillahhirrahmannirrahim:pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.
> > > > > > > > 2.alhamdulliah:pada tiap-tiap habis melakukan sesuatu.
> > > > > > > > 3.Astagrhfirrullah:jika tersilap mengatakan sesuatu yang buruk.
> > > > > > > > 4.InsyaAllah:jika ingin melakukan sesuatu pada masa akan datang.
> > > > > > > > 5.Lahaulawalaquwwata illabillah:bila tidak dapat melakukan sesuatu yang agak berat atau melihat sesuatu yang buruk.
> > > > > > > > 6.Innalillah:jika menghadapi musibah atau melihat kematian.
> > > > > > > > 7.Laillahhaillallah:bacalah sepanjang siang dan malam sebanyak-banyaknya.amalkanlah selalu moga-moga kita tergolong dikalangan orang yang terpilih oleh Allah.
> > > > > > > > PS:dua pilihan untukmu...
> > > > > > > > 1.biarkan dalam inbox ,tanpa bermanfaat utk org lain..
> > > > > > > > 2.Sebarkan/forwardkan pada semua kenalan mu. sabda Rasulluah siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang tersebut mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada
Label:
RENUNGAN
Analogi yang sederhana tapi Mengagumkan! read it..just need 2 minute
Original message from matbeken:
>
> > > Dari temen nich, semoga bermanfaat.
> > >
> > > Analogi yang sederhana tapi Mengagumkan!
> > > Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.
> > >
> > > Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
> > >
> > > Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
> > >
> > > Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada".
> > >
> > > "Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.
> > >
> > > "Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.
> > >
> > > Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada,
> > > Adakah yang sakit??,
> > >
> > > Adakah anak terlantar??
> > >
> > > Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
> > >
> > > Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."
> > >
> > > Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
> > >
> > > Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
> > >
> > > Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar(mlungker-mlungker-istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
> > >
> > > Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,
> > >
> > > "Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."
> > >
> > > Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??".
> > >
> > > "Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"
> > >
> > > "Tidak!" elak si konsumen.
> > >
> > > "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", si konsumen menambahkan.
> > >
> > > "Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur.
> > >
> > > " Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.
> > >
> > > "Cocok!" kata si konsumen menyetujui.
> > >
> > > "Itulah point utama-nya!.
> > >
> > > Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !
> > >
> > > Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.
> > >
> > > Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."
> > >
> > > Si tukang cukur terbengong !!!
> > >
> > > JIKA KAMU BERPIKIR TUHAN ADA, TERUSKAN INI KE ORANG LAIN!!!
> > >
> > > JIKA TIDAK, LUPAKAN SAJA !!!
Label:
RENUNGAN
Subscribe to:
Posts (Atom)